BINJAI - Sebanyak 173 butir peluru aktif jenis
LE/mauser ditemukan dua pekerja bangunan, Marsat (43) dan Syawal (24),
saat menggali tanah untuk bangunan fondasi gedung SMPN 2 Binjai,
Sumatera Utara.
Ratusan peluru itu diduga merupakan sisa peninggalan perang
kemerdekaan. Sebab gedung SMP Negeri 2 Binjai dahulunya merupakan rumah
tahanan sekaligus basis pertahanan pejuang di wilayah Binjai.
"Di kedalaman 50 sentimeter. Semuanya tersusun rapi seperti memang
sengaja disimpan. Tapi sebagian besar memang sudah karatan," ujar
Marsat.
Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Mapolres Binjai. Kapolres Binjai
AKBP Mulya Hakim sedang berkordinasi dengan Tim Jihandak Brimob Polda
Sumut untuk menguji keaktifan peluru tersebut. "Kita akan serahkan ke
Brimob untuk ditindaklanjuti," katanya.